Tipe Investor yang Manakah Kamu dalam Mengantisipasi Kondisi Ekonomi?

Tipe Investor yang Manakah Kamu dalam Mengantisipasi Kondisi Ekonomi?

Kondisi ekonomi dan keuangan seseorang tentu tidak dapat diprediksi, terkadang tidak hanya bergantung dari faktor internal saja, tetapi juga faktor eksternal seperti kondisi ekonomi keseluruhan suatu negara.

Bagaimana bisa bergantung dengan kondisi ekonomi negara? Yap, karena bisa saja dari semula yang keuangan nya stabil, menjadi goyah karena terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di perusahaan mereka yang terjadi karena goyang nya perusahaan saat ekonomi negara sedang tidak baik.

Untuk mengantisipasi hal itu semua, tidak sedikit masyarakat yang melakukan investasi sebagai persiapan tabungan disaat kondisi yang tidak diharapkan, dan sebagai bekal persiapan jangka panjang untuk biaya pensiun hari tua atau biaya pendidikan anak.

Walau mungkin sebagian besar masyarakat lainnya, lebih memilih investasi untuk tujuan biaya operasional dan keuntungan dalam waktu yang lebih singkat.


Nah, jika melihat pada kasus diatas, tentu saja ada perbedaan signifikan, yaitu jangka waktu seseorang dalam melakukan investasi. Ada yang lebih jangka panjang, dan ada juga yang jangka pendek.

Tapi, tahukah kamu apa sih yang membedakan antara investasi jangka panjang dengan investasi jangka pendek? Tentu saja selain dari segi waktunya ya.

Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak artikel berikut ini.

1. Risiko Investasi

 Hal yang paling membedakan antara investasi jangka panjang dan jangka pendek adalah tingkat risikonya.

Jika dalam investasi reksa dana, produk reksa dana yang memiliki risiko lebih tinggi biasanya lebih cocok untuk jenis investasi jangka panjang seperti produk reksa dana saham atau reksa dana campuran.

Sedangkan untuk investasi jangka pendek, produk reksa dana yang ditawarkan biasanya memiliki risiko lebih rendah seperti reksa dana pasar uang.

Kenapa produk yang memiliki risiko lebih rendah dipilih sebagai jenis investasi jangka pendek?

Coba anda bayangkan, jika investasi nya berorientasi jangka pendek, berarti memungkinkan untuk mendapatkan return dalam waktu yang cukup singkat, jika tipe investasinya berisiko tinggi, yang terjadi mungkin malah dana anda semakin berkurang saat hasil investasinya sedang kurang baik dalam waktu dekat, karena biasanya untuk investasi jangka panjang, anda tidak langsung mendapatkan return atau keuntungan dalam waktu dekat.

Oleh karena itu, produk yang memiliki risiko lebih rendah dipilih untuk investasi jenis ini, sehingga kemungkinan dana anda hilang atau berkurang lebih kecil.

2. Tingkat Return yang didapat

Tingkat return yang didapat antara investasi jangka panjang dan jangka pendek pun berbeda, bahkan ada 'hukum' investasi yang mengatakan bahwa 'High Risk - High Return, Low Risk - Low Return'

Semakin tinggi risikonya, kemungkinan return yang akan didapat pun semakin besar, namun jika risikonya lebih rendah atau kecil return atau keuntungan yang akan didapat juga akan lebih kecil.

 

3. Kebutuhan dan Tujuannya

Nah kalau 2 point diatas lebih menjelaskan dari sisi produk investasinya, point ketiga kali ini lebih fokus kepada visi dan misi sang investor dalam melakukan investasi.

Misalnya, ingin berinvestasi untuk hari tua atau persiapan sang buah hati kuliah. Itu artinya, investasi lebih berorientasi ke jangka panjang jika dilihat dari tujuannya yang jauh untuk mempersiapkan masa depan.

 

 PERBEDAAN  INVESTASI JANGKA PANJANG INVESTASI JANGKA PENDEK
Risiko Lebih Tinggi Lebih Rendah
Return Fluktuatif  Lebih Stabil
Tujuan Investasi Berorientasi untuk persiapan masa depan Bisa untuk kebutuhan mendadak

Kesimpulannya, investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang memiliki keunikan tersendiri, bergantung pada tujuan serta tingkat risikonya. Nah kalau kalian sebagai SMART Investor, termasuk jenis investor yang mana nih? Jangka panjang atau jangka pendek? :D