Strategi Berinvestasi Menghadapi Pelemahan Rupiah

Strategi Berinvestasi Menghadapi Pelemahan Rupiah

Melemahnya Rupiah Indonesia Terhadap Dollar Amerika

Sebenarnya saat ini masih terlalu dini untuk menyebut Rupiah bergerak melemah. Dibandingkan dengan 2013 dan 2015, maka pelemahan di tahun 2018 ini belum apa-apa.

Ingat di tahun 2013 Rupiah bergerak melemah dari Rp9.000-an ke Rp12.000-an (melemah Rp3.000-an), dan di tahun 2015 Rupiah bergerak melemah dari Rp12.000-an ke Rp15.000-an (melemah Rp3.000-an).

Sementara di tahun 2018 ini, Rupiah baru bergerak melemah dari Rp13.300 ke Rp13.700 (“baru” melemah 400-an).

Meskipun demikian, ada baiknya kita menyiapkan strategi berinvestasi menghadapi pelemahan Rupiah ini.

Secara overall, pelemahan Rupiah ini memang menjadi sentimen negatif bagi Laporan Keuangan Emiten karena akan menimbulkan beban yang lebih besar dibandingkan seharusnya.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai investor:

#1 Cek Bahan Baku Yang Dipakai Perusahaan

Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah mengecek apakah perusahaan menggunakan bahan baku berorientasi bahan baku impor?

Tekanan terhadap Rupiah berdampak pada sektor yang mengandalkan bahan baku impor, seperti misalkan sektor pakan ternak yang mengandalkan impor jagung.

Biaya Impor bahan baku akan menjadi lebih mahal akibat adanya selisih kurs ini. Oleh karena itu, hindari perusahaan yang memiliki orientasi bahan baku impor.

#2 Cek Utang Perusahaan

Langkah berikutnya adalah mengecek apakah perusahaan memiliki utang dalam mata uang asing dalam jumlah besar?

Apabila perusahaan memiliki hutang dalam US Dollar, apalagi dalam jumlah besar, hal tersebut akan membebani perusahaan karena biaya bunga yang harus dibayarkan otomatis juga menjadi lebih besar.

Oleh karena itu, hindari terlebih dahulu perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang asing dalam jumlah besar.

#3 Cek Pendapatan Ekspor Perusahaan

Selanjutnya, kita dapat mengecek juga apakah Pendapatan Perusahaan berorientasi pada Ekspor?

Di sisi lain, pelemahan Rupiah bisa menjadi berkah bagi beberapa emiten. Terutama emiten yang menjual produknya dalam mata uang US Dollar.

Apabila Perusahaan berorientasi pada ekspor, justru Perusahaan bisa mendapatkan “pendapatan lebih” dari selisih kurs mata uang tadi.

 

Waspada Terhadap Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kita sekarang sudah mengetahui bahwa terdapat korelasi antara pelemahan nilai tukar rupiah dengan pelemahan IHSG. Namun demikian, untuk saat ini masih terlalu dini untuk mengatakan Rupiah bergerak melemah.

Oleh karena itu, kita tidak perlu panik secara berlebih dalam menyikapi pelemahan Rupiah ini.

Kita juga bisa memanfaatkan pelemahan Rupiah ini dengan berinvestasi di perusahaan yang memiliki orientasi ekspor, karena Perusahaan yang berorientasi ekspor justru diuntungkan dengan melemahnya nilai tukar Rupiah.

Sebaliknya, hindari terlebih dahulu berinvestasi di perusahaan yang memiliki orientasi menggunakan bahan baku impor dan memiliki utang Dollar AS dalam jumlah besar.

Itulah pembahasan mengenai melemahnya nilai tukar rupiah beserta ancaman dan peluang di baliknya.

Dari pembahasan ini pun, Anda bisa menganalisa dan mengambil keputusan investasi Anda.

Untuk info lebih lanjut mengenai informasi investasi, Sinarmas Asset Management dan juga Sinarmas Sekuritas bisa menjadi salah satu pilihan perusahaan yang mumpuni dalam menyediakan produk investasi seperti saham dan juga reksadana. Kunjungi website nya sekarang juga hanya di www.sinarmassekuritas.co.id atau www.sinarmas-am.co.id



SUMBER: finansialku.com