Reksadana Pasar Uang, Biar Kecil Tapi Membuahkan Hasil (Part 2)

Reksadana Pasar Uang, Biar Kecil Tapi Membuahkan Hasil (Part 2)

Hi SMART Investor, kali ini Simas Ajarinvestasi akan membahas mengenai reksadana pasar uang (RDPU) bagian kedua yaitu kelebihan reksadana pasar uang. Pada bagian kedua ini, reksadana pasar uang yang dibahas akan lebih fokus kepada kelebihan, serta bagaimana cara untuk menjadi investor di reksadana pasar uang.

Yuk kita simak langsung artikelnya. Setelah mengenal definisi dari reksadana pasar uang pada artikel sebelumnya, kali ini tiba saatnya kamu untuk mengenali reksadana pasar uang lebih dalam lagi. Terutama mengenai berbagai manfaat yang ditawarkan dengan diluncurkannya produk RDPU

1. Minimum Penyetoran yang terjangkau

Di reksadana pasar uang, minimum penyetoran atau ‘menabung’ sangatlah terjangkau. Yaitu bisa dimulai dari Rp 100.000,- saja. Selain itu, tidak ada perbedaan angka Return yang didapat, antara investor yang menaruh dana besar ataupun dana kecil Rp 100.000,-.

Sehingga setiap investor memiliki hak dan kewajiban yang sama rata. Contohnya adalah reksadana pasar uang di Sinarmas Asset Management yang diberi nama “Danamas Rupiah Plus”. Minimum penyetoran pada produk danamas rupiah plus adalah sebesar Rp 100.000,-

Angka penyetoran yang terjangkau memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk bisa memiliki investasi untuk cadangan finansial. Oleh karena itu, yuk segera gunakan kesempatan ini dengan berinvestasi di reksadana pasar uang :D

2. Risiko yang tergolong rendah

RDPU memiliki risiko yang tergolong paling rendah jika dibandingkan dengan jenis produk reksadana lainnya. Biasanya, tingkat risiko dapat disimpulkan dengan cara melihat kinerja produk itu sendiri melalui grafiknya. Nah, jika diperhatikan grafik kinerja RDPU, tergolong lurus dan stabil terus naik. Risiko yang tergolong rendah ini, sangat cocok bagi investor yang baru ingin memulai untuk terjun ke dunia investasi reksadana

3. Bukan Termasuk Objek Pajak

Sama hal nya seperti reksadana lainnya, RDPU juga tidak termasuk sebagai objek pajak. Apa sih yang dimaksud dengan objek pajak? Perlu diingat, ‘tidak termasuk sebagai objek pajak’ dan ‘tidak dikenakan pajak’ merupakan suatu hal yang berbeda.

Mengapa reksadana bisa tidak termasuk dalam objek pajak? Karena sebenarnya, kewajiban perpajakan seperti pajak final bunga deposito, obligasi dan transaksi saham telah dibayarkan pada tahap penghitungan aktiva bersih (NAB) setiap harinya.

Sehingga hasil Return yang diterima oleh investor, sudah bebas dari pajak.

4. Investasi yang fleksibel

Pada RDPU, investor dapat menarik dana ataupun melakukan penyetoran kapanpun serta dimanapun sesuai keinginan tanpa adanya perjanjian waktu tertentu. Selain itu, proses penarikan dan penyetoran dana juga tidak dikenakan biaya alias gratis. Proses penarikan dana juga sangat mudah, tidak perlu repot - repot datang ke kantor cabang terdekat, tetapi dapat dilakukan secara online.

5. Bisa dilakukan secara online

Pada era seperti sekarang yang serba teknologi, ternyata reksadana juga tidak mau ketinggalan. Saat ini proses pembelian unit reksadana maupun penjualan sudah dapat dilakukan secara online, sehingga lebih praktis dan mudah. Tidak perlu harus datang ke kantor cabang.

Contohnya adalah seperti aplikasi reksadana online dari Sinarmas Assset Management yaitu ‘Simas Fund’ yang dapat di download pada Google Play atau Play Store di Smartphone kamu. Melalui aplikasi Simas Fund, segala bentuk transaksi seperti pembelian unit reksadana, penjualan, Switching, atau bahkan mengecek kinerja reksadana kamu dapat dilakukan hanya bermodalkan jari :D

Selain RDPU, produk reksadana jenis lainnya juga tersedia di aplikasi Simas Fund.

Bagaimana cara menjadi investor di reksadana pasar uang?

Berinvestasi di RDPU sangatlah mudah, kamu dapat mendapatkan produk RDPU di beberapa tempat seperti:

  1. Perusahaan Asset Management, contohnya adalah Sinarmas Asset Management yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.
  2. Melalui Online seperti pada aplikasi Simas Fund atau pada pihak ketiga seperti Bareksa

Perlu diingat, sebagai investor kamu harus teliti memilih tempat untuk membeli reksadana. Pastikan bahwa si penjual reksadana terdaftar dan juga diawasi oleh OJK untuk menghindari investasi reksadana bodong yang merugikan :) Untuk melihat tips memilih perusahaan Manajer Investasi yang tepat.

Yuk Berinvestasi sekarang juga!