Membedah Fund Fact Sheet, Sebagai Analisis Kinerja Manajer Investasi

Membedah Fund Fact Sheet, Sebagai Analisis Kinerja Manajer Investasi

Hello SMART Investor kali ini Ajar Investasi akan memberikan pengetahuan baru mengenai istilah dalam investasi reksadana yaitu Fund Fact Sheet atau yang dapat disingkat menjadi FFS.

Apa sih yang dimaksud dengan Fund Fact Sheet itu? Dan apa hubungan Fund Fact Sheet dengan investasi reksadana? Yuk langsung saja :D

Mengenal Lebih Lanjut Fund Fact Sheet

Fund Fact Sheet adalah sebuah laporan keuangan dari pengelolaan reksadana yang diterbitkan oleh Manajer Investasi.

Kenapa sih Manajer Investasi menerbitkan Fund Fact Sheet?

FFS menjadi salah satu kewajiban bagi Manajer Investasi, untuk menerbitkannya setiap bulan berdasarkan dengan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FFS adalah sebagai sebuah bentuk laporan keuangan kepada investor atau nasabah yang menaruh dana mereka, pada reksadana di sebuah Manajer Investasi.

FFS biasanya dikirimkan kepada nasabah berbarengan dengan laporan perkembangan saldo atau portofolio. Namun, meski diwajibkan untuk diterbitkan setiap bulan, Manajer Investasi tidak diwajibkan untuk mem-publish FFS secara umum, atau dengan kata lain memberikan informasi FFS kepada pihak diluar dari nasabah.

Tetapi, ada juga Manajer Investasi yang mempublish FFS mereka dengan melampirkannya pada website resmi, atau bahkan pada aplikasi reksadana online di Smartphone. Selain itu, isi dari FFS juga berbeda - beda. Bergantung pada kinerja dari masing - masing produk reksadana.

Apa saja sih informasi yang dimuat dalam FFS?

1. Profil Produk

FFS memuat informasi info produk didalamnya. Yang dimaksud dengan info produk sendiri adalah mengenai Nilai Aktiva Bersih (NAB), biaya potongan yang dikenakan pada saat transaksi, nama bank kustodi, dan masih banyak lagi.

2. Kinerja Investasi

Untuk kinerja investasi sendiri, memuat mengenai persenan return yang diterima oleh nasabah dalam kurun waktu tertentu. Seperti kurun waktu 1 bulan, satu tahun, atau bahkan 5 tahun. Bagian ini adalah bagian yang bisa dikatakan paling penting pada FFS. Karena memuat gambaran kinerja dari Return yang didapat nasabah pada 1 bulan terakhir, satu tahun terakhir, maupun 5 tahun terakhir.

3. Alokasi Asset Portofolio

Informasi mengenai alokasi asset portofolio dimuat dalam bentuk pie charts jika mengacu pada contoh FFS produk Reksadana Pasar Uang dari Sinarmas Asset Management. Namun perlu diketahui, bentuk laporan asset portofolio bisa berbeda-beda untuk setiap Manajer Investasi. Tidak melulu berbentuk seperti Pie Chart.

4. Tiga Besar efek di Portofolio

Tidak hanya untuk masyarakat retail atau investor individu saja. Produk reksadana tentu saja juga diminati oleh institusi. Tiga besar efek di portofolio memiliki makna dimana portofolio reksadana ditempatkan. Jika melihat pada contoh reksadana pasar uang Sinarmas Asset Management, portofolio dibagi penempatannya pada 3 perusahaan yaitu Panorama Sentrawisata, Waskita Raya, dan juga Wom Finance.

5. Grafik Kinerja Reksadana

Kinerja reksadana suatu produk Manajer Investasi juga didukung dalam bentuk visual yaitu grafik, agar terlihat semakin menarik dan menggambarkan performanya.

6. Tujuan Investasi

Produk reksadana yang berbeda - beda dan memiliki karakteristik masing - masing tentu saja juga memiliki tujuan investasinya tersendiri. Tujuan investasi yang dimaksud adalah kemana dana anda akan dikelola agar dapat menciptakan Return.

7. Review dan Outlook

Review dan outlook merupakan suatu penjelasan mengenai kondisi ekonomi yang lalu dan juga prediksi ekonomi yang akan dihadapi mendatang. Nah itu tadi adalah bagian - bagian dari Fund Fact Sheet Reksadana. Jangan lupa untuk selalu mengecek FFS secara rutin ya agar mengetahui bagaimana kinerja dari Manajer Investasi yang telah kamu pilih :D

Untuk melihat contoh FFS lainnya dapat langsung mengakses website Sinarmas Asset Management di www.sinarmas-am.co.id pada bagian produk.