Kenapa Harga Saham bisa Berfluktuasi?

Kenapa Harga Saham bisa Berfluktuasi?

Fluktuasi Harga Saham Adalah Hal yang Biasa

Menghadapi fluktuasi saham atau turun naik nya harga saham sudah menjadi hal yang biasa sebagai seorang investor. Saham yang memiliki harga naik dan turun disebut juga sebagai saham yang berfluktuasi.

Fluktuasi saham menjadi hal yang wajar, namun jika berlebihan hal tersebut juga dapat menjadi sebuah bencana. Bayangkan saja, jika sebuah saham perusahaan tiba - tiba anjlok menjadi sangat rendah, hal ini dapat menimbulkan kerugian banyak pihak.

Sebaliknya, jika terjadi lonjakan harga saham yang tidak wajar, kegiatan jual beli saham di pasar saham juga dapat di suspend atau dihentikan sementara oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tapi pernahkah anda bertanya - tanya mengapa harga sebuah saham perusahaan bisa naik dan turun? Apa yang menjadi penyebab naik dan turunnya saham - saham tersebut?


Hukum Supply and Demand

Hukum Supply and Demand ternyata tidak hanya mempengaruhi harga dalam transaksi ekonomi saja, tetapi juga berpengaruh pada fluktuasi saham. Bagaimana hukum ini dapat berdampak?

Ya, tentu saja harga saham suatu perusahaan tertentu akan semakin meningkat jika permintaan pembelian sahamnya semakin banyak. Sebaliknya, jika saham sebuah perusahaan dalam kondisi ‘tidak laku’ di pasaran, maka harganya juga akan menurun karena dianggap kurang mendapat kepercayaan dari masyarakat.


Angka Penjualan atau Pembelian dalam Jumlah Besar

Pada dasarnya faktor ini hampir sama dengan faktor hukum supply and demand, namun terjadi secara general pada seluruh saham yang ada di pasar modal, tidak hanya berlaku pada saham suatu perusahaan.

Misalnya, pada tanggal tertentu terdapat banyak sekali investor yang menjual saham - saham mereka karena sedang butuh uang untuk keperluan tertentu, dibandingkan dengan angka pembeli saham.

Dapat dibayangkan, jika jumlah pedagang dalam sebuah pasar jumlahnya lebih besar dibanding jumlah pembelinya, maka pedagang akan berlomba - lomba untuk menjual ‘dagangan’ mereka dengan harga yang relatif murah agar cepat laku dan bertahan melawan persaingan dengan pedagang lainnya.


Aksi dan Kinerja Perusahaan

Aksi dan kinerja perusahaan pada suatu masa tertentu sangat berpengaruh terhadap harga sahamnya, misalnya terdapat sebuah isu dan berita negatif tentang perusahaan PT. XYZ. Maka isu negatif tersebut dapat berdampak langsung yaitu turunnya harga saham perusahaan itu sendiri.

Sebaliknya, jika suatu perusahaan mendapatkan prestasi atau memiliki kinerja yang positif dan terus meningkat, maka harga sahamnya pun akan bergerak berbanding lurus yaitu meningkat juga.


Kebijakan Pemerintah dan Kondisi Ekonomi Negara

Kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi negara tentu dapat secara langsung berdampak terhadap fluktuasi saham. Kondisi ekonomi dan kebijakan seperti apakah yang dapat mempengaruhi fluktuasi saham?

1. Naik atau turunnya suku bunga di Bank Indonesia

Kenaikan suku bunga di bank dapat secara langsung mempengaruhi jumlah investor pada pasar saham. Mengapa? Dengan suku bunga yang cukup tinggi tidak sedikit investor saham yang mengalihkan modal mereka kepada deposito di bank sehingga harga saham mengalami penurunan karena pembeli saham yang berkurang.

2. Naik turunnya suku bunga di Bank Sentral Amerika

Naik atau turunnya suku bunga di Bank Amerika sangat mempengaruhi nilai tukar mata uang rupiah kepada dollar atau Kurs. Sedangkan perubahan nilai mata uang Kurs juga berdampak terhadap harga saham di pasar saham karena dianggap dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, kondisi perekonomian dianggap sedang tidak baik sehingga investor cenderung menarik diri untuk berinvestasi saham.