Kenali Obligasi Lebih Dalam Melalui Karakteristiknya

Kenali Obligasi Lebih Dalam Melalui Karakteristiknya

Setelah mengenal definisi dan juga jenis - jenis dari obligasi pada artikel sebelumnya, yuk kenali obligasi lebih dalam lagi berdasarkan karakteristiknya :)

 

1. Nilai Nominal / Nilai Pari (Par Value)

Yang dimaksud dengan nilai nominal adalah nilai yang akan diterima oleh pemegang obligasi, atau dengan kata lain nilai yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi, kepada pemegang obligasi saat jatuh tempo pelunasan sudah tiba.

Nilai nominal ini selalu tertera dalam lembar obligasi

 

2. Tingkat Bunga atau kupon (Interest Rate/Coupon Bond)

Tingkat bunga atau kupon adalah besaran bunga yang ada pada sebuah surat hutang, dan wajib dibayarkan kepada pemegang obligasi saat jatuh tempo. Pembayaran bunga atau kupon obligasi, biasanya memiliki periode waktu tertentu, seperti 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Kupon dalam sebuah obligasi juga memiliki 3 jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon), dan kupon mengambang (variable coupon).

Bedanya, kupon tetap (fixed coupon) memiliki besaran yang sama mulai dari awal ditetapkan hingga jatuh tempo. Sementara kupon mengambang (floating/variable coupon) memiliki besaran yang mengacu pada suku bunga acuan (BI rate).

 

3. Obligasi memiliki masa jatuh tempo (Maturity Date)

Jangan lupa juga, jika obligasi adalah sebuah surat hutang, maka sebuah hutang artinya harus dilunasi. Obligasi umumnya memiliki jatuh tempo tertentu dengan jangka waktu yang bermacam - macam.

Waktu jatuh tempo ini biasanya sudah ditentukan dari awal sejak obligasi diterbitkan.

Ada obligasi yang memiliki jatuh tempo selama 1 tahun, 5 tahun, bahkan hingga 10 - 15 tahun.

Yang jelas, semakin lama jangka waktu jatuh temponya, bunga atau kupon nya juga akan semakin tinggi.

Obligasi yang masa jatuh tempo nya pendek seperti hanya 1 tahun, lebih mudah diprediksi, serta memiliki tingkat risiko yang lebih kecil.

Itu sebabnya, reksadana pasar uang biasanya menjadikan obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun sebagai salah satu dalam instrumen alokasi assetnya, karena tingkat risiko yang rendah tadi.

 

4. Pihak Penerbit Obligasi

Setiap instrumen investasi pasti memiliki risikonya tersendiri. Begitu juga sama hal nya dengan obligasi.

sesuai dengan namanya yaitu hutang, kemungkinan risiko yang terjadi adalah hutang tersebut telat dibayar alias menunggak, atau bahkan tidak dapat dilunasi oleh si peminjam dana (dalam hal ini adalah penerbit obligasi).

Nah oleh karena itu, penerbit dari obligasi perlu dikenali cukup detail sebelum memutuskan untuk membeli obligasi pemerintah, obligasi korporat, maupun obligasi retail.

Bagaimana cara mengenalinya? Anda dapat mengakses Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) melalui website www.pefindo.com

PEFINDO adalah sebuah lembaga yang menyediakan suatu peringkat atas risiko kredit yang objektif, independen, serta dapat dipertanggung jawabkan atas penerbitan surat hutang yang diperdagangkan kepada masyarakat luas.

5. Klaim Asset

Nah, jika si penerbit obligasi tidak mampu menebus surat hutangnya, apakah uang investor akan hilang begitu saja?

Tentu saja tidak, ternyata masih ada cara untuk menanggulangi kerugian para investor. Salah satunya yaitu melalui klaim dan juga pembagian asset. 

Para pemegang obligasi memiliki hak untuk menerima penjualan aset yang diprioritaskan kepada pemegang obligasi. Begitu pun dengan klaim pendapatan, yang mendapat prioritas adalah pemegang obligasi untuk menerima dividen pemegang saham umum dan saham preferen.

6. Wali Amanat

Wali amanat adalah pihak - pihak yang ditunjuk oleh penerbit obligasi untuk mewakili beragam kepentingan dari pemegang obligasi. Biasanya sebuah obligasi memiliki kontrak obligasi antara pihak penerbit obligasi dengan wakil pemegang obligasi.

Kontrak itu berisi hak dan kewajiban penerbit dan pemegang obligasi termasuk nilai nominal (par value), kupon (coupon), masa jatuh tempo, dan sebagainya.

 

 

SUMBER:

www.cermati.com/artikel/mau-berinvestasi-obligasi-ketahui-ini-terlebih-dahulu