Investasi sambil Beribadah dengan Investasi Saham Syariah

Investasi sambil Beribadah dengan Investasi Saham Syariah

Berkembangnya investasi saham syariah di Indonesia


Sebagai salah satu negara dengan penduduk beragama islam terbesar investasi dengan basis islami juga semakin berkembang dan diminati masyarakat di Indonesia. Salah satu contoh investasi yang berbasis islami adalah Investasi Saham Syariah.

Tahukah kamu, jika berinvestasi pada saham syariah dan saham konvensional memiliki perbedaan? Saham syariah memiliki ciri dan karakteristik yang lebih khusus, jika dibandingkan dengan dengan saham konvensional.


Definisi Saham Syariah

Secara garis besar, saham syariah memiliki arti dan konsep yang sama dengan saham konvensional pada umumnya, yakni surat berharga yang menjadi salah satu bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

Namun karena ini adalah syariah, setiap surat kepemilikan perusahaan harus sesuai dengan nilai syariat islam. Untuk mekanisme perdagangan dan pencatatan, keduanya tidak memiliki perbedaan.

Karena sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No.80 Tahun 2011, mekanisme perdagangan saham di BEI sudah sesuai dengan prinsip syariah yakni Bai Al Musawammah.

Lantas dimana sih letak perbedaan yang benar - benar signifikan antara saham syariah dan konvensional?

1. Benchmark nya

benchmark sinarmas

Saham Konvensional: untuk saham konvensional, benchmark yang biasa digunakan pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, yaitu seoerti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), dan LQ 45.

Saham Syariah: untuk saham syariah sendiri, benchmark yang digunakan tidak sama dengan saham konvensional, yaitu dengan mengacu pada JII (Jakarta Islamic Index, dan ISSI (Indonesia Sharia Stock Index) yang dikeluarkan oleh pasar modal syariah

2. Daftar Emiten nya

emiten sinarmas

Saham Konvensional: Daftar emiten yang ada pada saham konvensional di pasar modal adalah emiten yang telah Go Public atau Tbk, dan lulus syarat administrasi OJK dan juga BEI.

Saham Syariah: daftar emiten pada pasar modal syariah harus memiliki karakter khusus dan juga syarat - syarat tambahan lainnya jika dibandingkan dengan syarat pada saham konvensional agar bisa terdaftar di DES (Daftar Efek Syariah).

Apa saja sih syarat - syarat khususnya?

  • Kegiatan usaha sesuai dengan nilai syariah

Apa yang dimaksud kegiatan usaha sesuai dengan nilai syariah? Sebagai contoh mudahnya, daftar perusahaan yang saham nya bertentangan dengan nilai syariah adalah seperti perusahaan rokok, perusahaan minuman beralkohol, berkaitan dengan perjudian,

perdagangan yang dilarang secara syariah, jasa keuangan ribawi, jual beli risiko yang mengandung ketidakpastian, memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan barang atau jasa haram, serta perusahaan dengan transaksi yang mengandung unsur suap.

  • Lolos Financial Screening

Financial screening adalah sebuah syarat yang mengharuskan perusahaan yang ingin terdaftar di pasar modal syariah memiliki  total utang berbasis bunga yang lebih kecil dibandingkan dengan total aset.

Utang berbasis bunga tidak boleh lebih dari 45% dari total aset perusahaan. Selain itu, aturan dari financial screening lainnya adalah pendapatan non halal nya tidak boleh melebihi persentasi sebesar 10%

  • Terdaftar di DES (Daftar Efek Syariah)

Pada point nomor dua, telah disebutkan bahwa agar terdaftar di DES, perusahaan harus memiliki syarat khusus yang mengacu pada syariah islam. Nah DES atau Daftar Efek syariah adalah sebuah daftar perusahan - perusahaan yang sudah lulus uji dan layak untuk diperjual belikan saham nya sebagai saham syariah di pasar modal syariah.

Daftar ini diterbitkan oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) 2 kali dalam satu tahun. Anda dapat melihat daftar ini di website resmi OJK.

Apakah Saham Syariah hanya dikhususkan untuk Masyarakat beragama muslim?

Jawabannya adalah tidak. Saham syariah tetap terbuka untuk masyarakat umum tanpa batasan agama apapun. Bagi anda yang menginginkan sebuah investasi yang bersifat halal, dan tidak merugikan orang lain.

Bagaimana? Sudah tertarik belum untuk berinvestasi pada saham syariah? Ternyata ada juga loh sebuah investasi yang sesuai dengan syariah agama, sehingga tidak perlu ragu lagi dalam melakukan investasi :D


Yuk mulai investasi saham sekarang! Untuk info lebih lanjut mengenai saham syariah dapat menghubungi hotline service Sinarmas Sekuritas di nomor  +62 (021)-3925550, atau Whatsapp Business di nomor 0888-5050700