4 Dekade Bursa Efek, Sejarah Panjang yang Tak Terlupakan

4 Dekade Bursa Efek, Sejarah Panjang yang Tak Terlupakan

 

Hello SMART Investor, tahukah kamu bahwa ternyata pasar modal di Indonesia telah berjalan selama 4 dekade loh!

Bukan waktu yang sebentar tentunya, dan juga membutuhkan jatuh bangun yang tidak sedikit untuk mencapai kondisi seperti sekarang.

Nah, ingin tahu gak sih kira - kira bagaimana sepak terjang yang dijalani oleh pasar modal Indonesia dari awal hingga sampai seperti sekarang? Yuk simak artikel berikut ini :)

 

Perusahaan Sekuritas Pertama

Ternyata, bursa efek telah ada sejak tahun 1912 nih SMART Investor, namun jika dirunut lebih jauh, sebenarnya perdagangan surat berharga sudah dimulai sejak tahun 1880 di Batavia. Hanya saja, perdagangan efek itu belum resmi dan tidak ada pencatatan yang rinci. Menurut beberapa sumber, pada tahun 1878 mulai terbentuk sekuritas pertama yaitu Dunlop & Koff. Sekuritas ini merupakan cikal bakal PT Perdana.

 

Ditutupnya Perdagangan Bursa

Kekacauan politik dan ekonomi akibat Perang Dunia I membuat bursa ditutup, pada tahun 1914 lalu, dan kembali dibuka lagi pada tahun 1918. Keberadaan bursa ternyata menarik minat banyak pihak. Sehingga pada 11 Januari 1925 didirikan bursa di Surabaya dan pada 1 Agustus 1925 dibuka juga bursa di Semarang.

Masa keemasan bursa di Batavia, Surabaya dan Semarang tidak berlangsung lama. Perang Dunia II yang melanda serta resesi ekonomi membuat bursa harus ditutup. Bursa Efek Surabaya dan Semarang ditutup terlebih dahulu pada tahun 1939. Lalu pada 10 Mei 1940 Bursa Efek Jakarta pun ditutup.

 

Bursa Efek Jakarta Diaktifkan Kembali

Setelah ditutup karena adanya perang dunia II yang melanda, akhirnya pada tahun 1952 Bursa Efek Jakarta kembali diaktifkan berdasarkan UU Darurat Pasar Modal 1951. UU ini dikeluarkan oleh Menteri Kehakiman Lukman Wiradinata dan Menteri Keuangan Prof DR Soemitro Djojohadikusumo. Dan setelah pembukaan nya kembali, ternyata bursa mendapatkan respon positif dan berkembang pesat.

Tetapi, keadaan itu hanya berlangsung sampai tahun 1958 saja. Akibat politik dan sengketa yang terjadi oleh Republik Indonesia dan Belanda atas Irian jaya.

Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan yang melarang Bursa Efek memperdagangkan efek dengan mata uang Belanda. Hal ini menyebabkan banyak Investor yang meninggalkan Indonesia. Ini merupakan pasang surut pada era orde lama

 

Presiden Soeharto Kembali Meresmikan Bursa Efek

Presiden Soeharto kembali meresmikan bursa. Bursa Efek Indonesia dijalankan di bawah Badan Pelaksana Pasar Modal. Tanggal itulah yang diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Pasar Modal. Emiten pertama yang melantai di bursa adalah PT Semen Cibinong.

Pada periode tahun 1977-1987 setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto, perkembangan bursa efek kurang memberikan hasil seperti yang diharapkan. Karenanya pemerintah pun akhirnya memberi kelonggaran terhadap berbagai aturan yang ada.

Pada periode 1988-1997 pun bursa menjadi lebih aktif, sampai sebelum terjadinya krisis moneter.

 

Pasar Modal di Era Reformasi Indonesia

Pada era Reformasi, ada 4 peristiwa penting yang dapat dicatat sebagai sejarah pasar modal di Indonesia. 4 peristiwa tersebut antara lain: Krisis moneter, Indeks menembus 4 Digit, Peleburan Bursa Efek, dan berganti nama.

Pada masa krisis moneter, indeks saham jatuh dari angka 700-an ke angka 200-an. Selain itu jumlah investor pun menyusut drastis hingga hanya 50 ribu investor. Masa-masa ini dapat dikatakan seperti masa berkabung bagi dunia pasar modal di Indonesia.

Namun dengan adanya kejadian demikian, para pelaku pasar modal pun dapat menjadi lebih realistis. Perusahaan efek pun mulai gencar menjaring investor, dan perusahaan Manajer Investasi (Reksa Dana) pun menjadi lebih kreatif.

di tahun 2018 seperti sekarang, IHSG telah berhasil mencapai angka 6.000. Angka ini merupakan pencapaian yang luar biasa sejak terjadinya krisis yang membuat Indeks di angka 200-an.

IHSG menembus 4 Digit pun, juga pantas dicatat sebagai sejarah Bursa Efek yang penting. Sejarah penting lainnya adalah peleburan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya menjadi satu, yaitu Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007.


Berkembangnya Industri Pasar Modal di Indonesia juga ditandai dengan semakin bertumbuhnya perusahaan Sekuritas dan Manajer Investasi yang terpercaya, serta memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai institusi yang membantu investor untuk berinvestasi.

Salah satu perusahaan sekuritas dan manajer investasi tersebut adalah Sinarmas Sekuritas dan Sinarmas Asset Management.

Untitled

 

 

 

SUMBER:

Tirto.id

Finansialku.com