3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko, Kamu yang Mana Nih?

3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko, Kamu yang Mana Nih?

Makna dari Profil Risiko

Profil Risiko adalah suatu indikator yang digunakan sebagai bahan penilaian sejauh mana seseorang dapat mentolerir risiko dalam berinvestasi. Profil risiko ini penting untuk diketahui oleh investor, terutama bagi investor pemula yang baru saja ingin terjun ke dalam dunia investasi, yang memiliki risiko seperti investasi reksadana atau investasi saham.

Biasanya, profil risiko diisi saat kamu ingin membuka rekening dana nasabah reksadana di sebuah Manajer Investasi. Karena dengan mengisinya, kamu dapat terbantu untuk memilih reksadana apa yang cocok dan sesuai dengan karakteristik kamu.

Dalam profil risiko itu sendiri, terdapat empat jenis investor yang telah dikelompokkan, yaitu:

1. Konservatif

Tipe Profil risiko yang pertama adalah investor Konservatif. Apa itu Investor Konservatif? Investor konservatif adalah, tipe investor yang memiliki toleransi rendah terhadap investasi. Atau dengan kata lain, cenderung memilih jenis investasi yang stabil, berisiko rendah atau bahkan tidak ada risiko sama sekali.

Biasanya yang masuk dalam kategori konservatif adalah investor pemula yang baru saja tertarik untuk berinvestasi. Tipe investor yang konservatif biasanya juga tidak terlalu bermasalah jika Return investasi yang didapatkan kecil, asalkan modal awal yang mereka tanamkan tidak hilang.

Intinya adalah ‘tidak masalah sedikit - sedikit lama - lama menjadi bukit, asalkan risiko rendah dan modal awal tidak hilang’. Untuk investor tipe konservatif, reksadana yang cocok untuk dijadikan investasi adalah reksadana pasar uang.

Mengapa reksadana pasar uang? Karena reksadana pasar uang sangat sesuai dengan karakteristik dari investor jenis ini. Reksadana pasar uang memiliki tingkat risiko yang cukup rendah, dan sangat cocok untuk investor yang berinvestasi dengan tujuan jangka pendek. Investor tetap akan mendapatkan return, dan tidak perlu khawatir akan fluktuasi harga yang ada di pasar modal.

2. Moderat

Tipe Profil risiko yang kedua adalah investor yang moderat. Untuk investor bertipe moderat, kamu masih bisa mentolerir adanya risiko dalam berinvestasi. Tetapi tidak untuk risiko yang tergolong besar. Dan kamu masih tetap berhati - hati dalam memilih instrumen investasi yang aman.

Adanya fluktuasi pada pasar modal saat berinvestasi pun sudah mulai dipahami pada investor jenis ini. Reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran bisa dijadikan salah satu contoh investasi yang cocok untuk kamu.

3. Agresif

Tipe Profil risiko yang terakhir adalah tipe investor yang agresif. Nah untuk tipe investor agresif ini adalah tipe investor yang sudah terbiasa akan fluktuasi harga pasar modal, bahkan terhadap fluktuasi yang tergolong ekstrim. Tipe investor jenis ini juga tidak takut untuk menaruh modal di instrumen investasi yang memiliki resiko tinggi seperti reksadana saham.

Tapi tentu saja, seperti prinsip dasar investasi reksadana yaitu Low Risk - Low Return, dan High Risk - High Return. Penanaman modal di instrumen yang memiliki resiko tinggi juga dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan return yang melonjak drastis naiknya. Begitu juga dengan reksadana saham, sebagai investor reksadana saham kamu memiliki peluang untuk mendapatkan tingkat return yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya. Namun tentu saja dengan tingkat risiko yang sesuai.


Nah itu dia penjelasan mengenai profil risiko. Nah bagaimana, apakah sudah mulai penasaran kamu tipe investor seperti apa ya? Simak terus artikel dari ajar investasi berikutnya untuk mendapat jawabannya! :D